Pinjaman Online dalam Fikih Muamalah: Menganalisis Implikasi Fatwa DSN-MUI No. 117/Dsn-MUI/IX/2018

  • Muhammad Sularno Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin
  • Muh Asy’ari Akbar Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/IX/2018 terkait pinjaman online dalam fikih muamalah. Metode penelitian yang digunakan adalah penulisan kepustakaan (research library). Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan yang signifikan dalam analisis pinjaman online dari perspektif fikih muamalah. Pinjaman online dengan tingkat bunga tinggi dianggap melanggar prinsip-prinsip muamalah dalam Islam karena melibatkan riba. Riba merupakan perbuatan haram dalam Al-Quran dan Hadis, sehingga pengenaan bunga yang berlebihan dianggap tidak adil dalam transaksi. Praktik penagihan yang menggunakan ancaman, pengungkapan rahasia, atau pembeberan aib orang yang berutang bertentangan dengan prinsip menjaga kehormatan dan privasi individu dalam Islam. Etika dan integritas dalam hubungan bisnis sangat penting dalam Islam, sehingga praktik penagihan yang melanggar prinsip ini dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Prinsip transparansi menjadi faktor kunci dalam fikih muamalah. Pemberi pinjaman online diharapkan memberikan informasi yang jelas dan komprehensif kepada peminjam mengenai semua biaya yang terkait dengan pinjaman. Hal ini bertujuan untuk mencegah kesalahpahaman dan memastikan pemahaman yang akurat tentang kewajiban yang harus dipenuhi oleh peminjam. Prinsip risiko dan tanggung jawab juga harus diperhatikan oleh peminjam dan pemberi pinjaman dalam pengelolaan pinjaman online. Peminjam bertanggung jawab dalam membayar pinjaman sesuai dengan kesepakatan, sementara pemberi pinjaman juga harus mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul dalam memberikan pinjaman tersebut. seluruh aktivitas pinjaman baik offline maupun online dapat dianggap halal jika sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, termasuk menghindari riba, menjaga keadilan, transparansi, dan kejujuran dalam transaksi. Dengan mematuhi prinsip-prinsip ini, pinjaman online dapat dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam dalam konteks muamalah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, Firman Muhammad Abdurrohman, Erika Amelia, and Ahmad Rodoni. “ANALISIS KEBIJAKAN EKONOMI SYARIAH ZAMAN RASULULLAH SAW BERDASARKAN PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM.” Ar Rasyiid Journal of Islamic Studies 1, no. 1 (2023): 1–12.

Amin, Muhammad. Dampak pinjaman online ilegal di kota Palangka Raya. Diss. IAIN Palangka Raya, 2021.

Anwar, Ahmad Faridz, Nelly Riyanti, and Zainul Alim. "Pinjaman Online Dalam Perspektif Fikih Muamalah Dan Analisis Terhadap Fatwa DSN-MUI No. 117/Dsn-Mui/Ix/2018." Tazkiya 21.2 (2020).

Fahmi, Nazil. Implementasi Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor: 92/DSN-MUI/IV/2014 Tentang Pembiayaan Yang Disertai Rahn (Studi Pada Pegadaian Syariah Cabang Palu Plasa). Diss. IAIN Palu, 2020.

Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/IX/2018 tentang Akad Qardh

Hasna, Nurlaila. Analisis Investasi Syariah Berbasis Financial Technology Dengan Skema Bisnis Crowdfunding (Studi Kasus: PT ALAMI Fintek Sharia). BS thesis. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Karina, Karina. Analisis Hukum Islam Terhadap Pinjaman Kredit Online (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru). Diss. IAIN Parepare, 2020.

Lestari, Lutfi Bangun, and Qaul Sahabat Urf. "DALIL HUKUM YANG MUKHTALAF, DAN PENERAPANNYA PADA FATWA DSN-MUI TERKAIT KEUANGAN (Urf, Qaul Sahabat, Syar’u man qablana, sad al-zariah)."

Mubarak, Syahrul. Analisis Sistem Pinjam Meminjam Emas Dengan Kompensasi Padi Dikalangan Masyarakat Kec. Kuta Baro Dalam Perspektif Akad Qardh. Diss. UIN Ar-Raniry, 2019.

Palinggi, Sandryones, and Lutma Ranta Allolinggi. "Analisa Deskriptif Industri Fintech di Indonesia: Regulasi dan Keamanan Jaringan dalam Perspektif Teknologi Digital." Ekonomi Dan Bisnis UPNVJ 6.2 (2019): 177-192.

Pratiwi, Cindi Husna. Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Pembiayaan Financial Technology Peer To Peer (P2P) Lending Syariah Dan Pembiayaan Bank Umum Syariah Di Indonesia. Diss. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2020.

Raharjo, Budi. "Fintech Teknologi Finansial Perbankan Digital." Penerbit Yayasan Prima Agus Teknik (2021): 1-299.

Wulandari, Fajrina Eka. "Peer To Peer Lending dalam POJK, PBI dan Fatwa DSN MUI." Ahkam: Jurnal Hukum Islam 6.2 (2018): 241-266.

Wulandari, Septi Tri, and Khoirun Nasik. "Tinjauan Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah Dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018." Madinah: Jurnal Studi Islam 6.2 (2019): 205-218.

Wulandari, Septi Tri, and Khoirun Nasik. "Tinjauan Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah Dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018." Madinah: Jurnal Studi Islam 6.2 (2019): 205-218.

Yoyo Sudaryo, S. E., et al. Digital Marketing dan Fintech di Indonesia. Penerbit Andi, 2020.

Yudha, Ana Toni Roby Candra. Fintech syariah dalam sistem industri halal: Teori dan praktik. Syiah Kuala University Press, 2021.

Published
2023-12-30
How to Cite
Sularno, M., & Akbar, M. (2023). Pinjaman Online dalam Fikih Muamalah: Menganalisis Implikasi Fatwa DSN-MUI No. 117/Dsn-MUI/IX/2018. Lisyabab : Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 4(2), 186-200. https://doi.org/10.58326/jurnallisyabab.v4i2.191

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.